Sekilas Iklan Facebook di 2020 dan Tidak Akan Efektif Lagi di 2021 ?

Dibawah ini adalah “Transkrip” dari Video Youtube dengan judul diatas:

Bagaimana tantangan sebagai facebook advertiser di tahun 2021? Apakah iklan facebook akan memberikan Return of Investment yang baik, ataukah Anda akan buang budget saja?

Hi, saya kurnia kwik dan silahkan untuk subscribe channel youtube ini untuk mendapatkan konten tentang digital adveritising dan marketing.

Pada tahun 2020 ini, saya mendengar banyak sekali advertiser di FB yang akun nya kena banned – atau dengan kata lain dibekukan. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2020 ini adalah tahun pembantaian bagi advertiser yang tidak memenuhi syarat dari terms and conditions yang diberikan oleh FB.
Ada banyak alasannya. Salah satu nya adalah me-iklankan produk yang tidak mempunyai kualitas, sehingga banyak komplain. Hal ini terjadi bagi advertiser yang menjalankan iklan untuk dropshipping. Mereka hanya ingin produk dan uang berputar cepat, namun ternyata produk yang diterima oleh pelanggan tidak sesuai dengan deskripsi. Nah, disini facebook tentunya takut orang tidak akan percaya lagi dengan iklan, karena banyak produk yang jelek.

Ada juga advertiser yang menyalahi aturan. Mereka me-iklan kan produk yang tidak semestinya atau dengan kata-kata yang tidak diperbolehkan. Misalnya saja me-iklankan dengan kata “garansi”, “the best” dan dijamin.
Ada juga peng-iklan yang bandel. Iklan tidak di approve dan ditolak, tetapi dipaksakan submit terus menerus. Hal inilah yang menjadikan suatu akun iklan di bekukan, bahkan di blacklist oleh facebook

Tantangan bagi iklan facebook advertiser adalah ketika iphone IOS seri baru 14, mempunyai data privasi yang sangat ketat. Sistem IOS ini akan memberikan pilihan bagi user – apakah mereka setuju data pribadi mereka untuk di tracking oleh pihak ke tiga atau tidak. Data tracking ini adalah cara facebook untuk memonitor perilaku users – guna mendapatkan konversi iklan yang tinggi melalui retargeting dan remarketing.

Pada awal bulan September 2020, IOS 14 iphone akan memberikan pop up pilihan tentang data privasi ini. Saya mempunyai asumsi, akan banyak pengguna iphone memilih untuk mematikan data trackingnya sebagai proteksi privasi mereka. Ujung-ujungnya, iklan di facebook akan kurang efektif lagi – karena tidak dapat mengikuti perilaku dari pengguna iphone.

Pengguna iphone didunia diperkirakan ada 900 juta. Kalau kita estimasi jumlah penduduk dunia ada 3 milyar jiwa. Artinya pengguna iphone ada 30 persen. Dan yang paling banyak tentunya ada di negara amerika dan eropa. Meski di Indonesia tidak ada data yang akurat, namun karena harga iphone cukup mahal dan yang mampu membeli adalah segmen atas, maka dampak efektifitas iklan Facebook tidak akan sebesar di negara amerika dan eropa. Ini adalah kabar yang cukup baik bagi kita sebagai advertiser di Indonesia.

Tetapi jangan bergembira dulu. Karena yang akan kena data privasi bukan hanya advertiser FB saja, tetapi juga google – yang sama menggunakan cookies sebagai data tracking.

Langkah iphone ini tentunya dipicu sebelumnya oleh data privasi dari negara2 di Eropa yang disebut GDPR – General Data Protection Regulations, yang dikukuhkan pada bulan mei 2018. Regulasi ini mengatur sangat ketat dimana perusahaan harus menuruti peraturan tentang data privasi customers.
Untuk jangka panjang memang ada bagusnya. Dimana data pribadi tidak digunakan seenaknya oleh perusahaan demi kepentingan mereka. Namun dalam jangka pendek, perusahaan kecil sampai sedang akan mengalami kesulitan menjual produk apabila mereka sangat tergantung dengan iklan.

Solusi ke depan yang mungkin dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  • memperkuat branding produk.
  • mendapatkan opt-in prospek atau visitors, untuk mendapatkan data mereka, dan dapat di folllow up dengan email, sms atau wa.
  • menggunakan kombinasi dan alternatif advertising channel yang efektif serta kreatif.

Memang kita belum mengetahui dampak yang akan ada sebelum hal ini berjalan 6 sampai 12 bulan ke depan, tetapi ada baiknya kita selalu memonitor hasil, serta kreatif dalam bertindak.
Semoga video ini bermanfaat bagi anda yang ingin ber-iklan di facebook.

nv-author-image

Kurnia Kwik

Kurnia Kwik is an e-commerce entrepreneur, educator and founder of digitalpointer.id. He was a facilitator of SEO, SEM digital advertising, and video marketing at Google Gapura. He is very keen to help SME (small and medium enterprises) by providing affordable services.