skip to Main Content

Cara Memasarkan Produk dengan SEO Long Tail Keywords

Cara memasarkan produk dengan SEO Long Tail Keywords adalah cara untuk tidak berkompetisi dengan keywords yang sangat berat kompetisinya, dan disini biasanya disebut “short tail” keywords.

Dalam dunia SEO (Search Engine Optimization) dan PPC (Pay Per Click) dikenal Short Tail dan Long Tail Keywords.  Strategi pemilihan keywords ini amatlah penting apalagi bila seseorang menjual produk atau servis yang mempunyai sifat niche market.

Short Tail Keywords biasa juga disebut broad keywords, yaitu keyword yang terdiri dari satu atau dua kata. Sebagai contoh apabila seseorang membuka warung soto, keywords yang dipakai adalah “soto” atau “soto daging”.  Penggunaan short tail keywords ini tentunya mempunyai kompetisi yang sangat tinggi, karena terlalu broad/lebar.

Sehingga persaingan artikel untuk bertengger di halaman no 1 di GooG search amatlah kompetitif sekali. Apabila domain name website masih baru, dan artikel belum banyak yang ter-index, janganlah bermimpi untuk bertengger di halaman 1 Goog search dengan menggunakan broad keywords ini.

Cara memasarkan produk niche market sangat cocok menggunakan “long tail keywords” karena kompetisi yang rendah.

Bagi para marketer yang mempunyai produk niche market (produk dengan ceruk pasar yang dalam) menggunakan Short Tail Keywords sama saja dengan bunuh diri. Karena kompetisi yang tinggi, akanlah sulit sekali artikel atau PPC bertengger di halaman 1 Goog search. Untuk menyiasati hal ini, maka gunakanlah Long Tail Keywords atau Narrow Keywords untuk artikel atau phrasa dari PPC anda.

cara memasarkan produk dengan long tail keywords
Long tail VS Short tail Keywords

Long tail keywords biasanya terdiri dari 3-5 kata. Sebagai contoh, “soto daging sapi”, “soto daging ayam”, “soto ayam madura”, “soto daging ayam di Jakarta Utara”, “soto ayam madura pak kumis”. 

Dengan menggunakan lebih dari 3 kata keywords, maka kita memposisikan keywords tersebut makin detil. Hal ini tentunya akan memberikan banyak peluang untuk bertengger di halaman 1 seach engine.

Tidak hanya itu, dengan menggunakan narrow keywords, anda akan menemukan prospek yang lebih baik karena bisa saja apabila seseorang mengetik kata “soto”, yang dimaksud adalah soto ayam atau soto kudus, padahal anda hanya menjual soto daging. 

Nah, apa jadinya apabila anda memberikan keywords yang sangat broad keywords (short tail) di program PPC dan artikel anda? Sudah tentu anda akan menerima tamu atau prospek yang tidak berkaitan dengan produk atau servis yang anda jual.

Nah, dengan contoh diatas anda mengetahui bahwa wajib menggunakan long tail keywords apabila anda mempunyai produk atau servis yang bersifat niche market.  Masih ragu dalam hal ini dan ingin advertising di Goog Adwords dengan benar?

Hubungi kami untuk Free Consultation – digitalpointer.ID

Kurnia Kwik

Kurnia Kwik is an e-commerce entrepreneur, educator and investor. He also teaches SEO dan SEM digital advertising at Google Gapura. He also provides PPC (pay per click) Google Adwords Agency service.

Close search

Cart

Back To Top
×Close search
Search