Skip to content

B2B Marketing: Era Baru Kepercayaan (Trust) dan Video

Kepercayaan Sebagai KPI Utama

Dalam dunia B2B marketing modern, kepercayaan (trust) bukan lagi sekadar nilai tambah—ia telah menjadi KPI utama yang menentukan keberhasilan bisnis. Studi LinkedIn bersama Ipsos tahun 2025 menegaskan bahwa 94% pemimpin pemasaran percaya membangun kepercayaan adalah faktor terpenting untuk mencapai kesuksesan. Kepercayaan kini menjadi mata uang baru yang menggerakkan setiap interaksi, mempercepat keputusan, dan memperkuat hubungan jangka panjang. Tanpa kepercayaan, strategi B2B marketing hanya akan menjadi deretan taktik tanpa dampak nyata.

B2B marketing - dalam membangun kepercayaan

Video: Senjata Paling Fleksibel

Video telah berkembang menjadi alat paling fleksibel dalam B2B marketing. Data menunjukkan 78% pemasar B2B sudah menggunakan video, dan lebih dari separuh berencana meningkatkan penggunaannya. Keunggulan video terletak pada kemampuannya menyampaikan emosi, membangun kredibilitas, dan menjelaskan nilai produk secara visual. Format seperti short-form video, brand storytelling, hingga testimonial terbukti menghasilkan ROI tertinggi. Dengan audiens yang semakin skeptis, video menjadi medium yang mampu “menunjukkan” bukan sekadar “mengatakan.”

Short-Form Video dan ROI Tinggi

Kebiasaan audiens yang gemar scrolling dan swiping membuat short-form video menjadi format paling efektif. Studi LinkedIn mencatat 41% pemasar menilai konten singkat di media sosial sebagai penghasil ROI tertinggi, disusul brand storytelling (38%) dan testimonial (34%). Format ini bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun koneksi emosional yang memperkuat kepercayaan. Dalam B2B marketing, kecepatan dan relevansi adalah kunci, dan short-form video menjawab kebutuhan tersebut.

B2B marketing dalam bisnis adalah Trust

Influencer Marketing: Dari Awareness ke Authority

Selain video, influencer marketing kini menjadi pilar penting dalam strategi B2B marketing. Sebanyak 55% pemasar sudah menggunakan kreator, dan 29% lainnya berencana mengadopsinya dalam setahun ke depan. Tujuan utama bukan sekadar jangkauan, melainkan kredibilitas. Kolaborasi dengan thought leaders, pelanggan, atau praktisi industri terbukti meningkatkan brand awareness hingga 39 poin persentase dan revenue growth sebesar 30 poin. Influencer marketing membawa dampak penuh dari awareness, consideration, hingga conversion.

Sistem Kepercayaan: Flywheel, Maturity Index, dan Funnel

LinkedIn memperkenalkan tiga kerangka strategis untuk mengoperasionalisasi kepercayaan dalam B2B marketing:

  • Trust Flywheel: dimulai dari video yang menarik perhatian, diperkuat oleh kredibilitas kreator, lalu diperluas oleh advokasi pelanggan.
  • Trust Maturity Index: mengukur sejauh mana perusahaan berada dalam perjalanan membangun kepercayaan, dari tahap eksperimen hingga optimasi penuh.
  • Trust Funnel: memetakan format video dan konten kreator di setiap tahap perjalanan pembeli—TOFU, MOFU, hingga BOFU.

Kerangka ini menegaskan bahwa kepercayaan bukan kampanye sesaat, melainkan sistem yang harus dijalankan secara konsisten.

Mengapa Kepercayaan Jadi Pembeda

Data menunjukkan bahwa perusahaan yang mengintegrasikan video dan influencer marketing dalam strategi B2B marketing selalu unggul dibanding yang tidak. Keunggulan ini muncul karena kepercayaan mempercepat engagement, memperkuat keyakinan pembeli, dan meningkatkan konversi. Dengan kata lain, trust adalah diferensiasi utama di pasar yang semakin padat.

Langkah Strategis Menuju Trust Era

Untuk memanfaatkan peluang ini, perusahaan perlu:

  1. Assess: audit penggunaan video dan influencer saat ini.
  2. Align: sesuaikan format konten dengan tujuan di setiap tahap funnel.
  3. Activate: investasikan pada program video dan influencer yang menekankan kredibilitas serta relevansi.

Dengan langkah ini, B2B marketing tidak lagi sekadar mengejar perhatian, tetapi membangun keyakinan yang berkelanjutan.

Digitalpointer Sebagai Mitra Kepercayaan

Era baru B2B marketing menuntut perusahaan untuk menjadikan kepercayaan sebagai strategi inti. Video, influencer, dan sistem trust bukan hanya tren, melainkan fondasi pertumbuhan jangka panjang. Untuk membantu perusahaan mengoperasionalisasi kepercayaan, Digitalpointer hadir sebagai mitra strategis. Melalui branding strategy yang kuat dan performance marketing berbasis Meta Ads serta Google, Digitalpointer membantu bisnis membangun kredibilitas, memperkuat hubungan dengan audiens, dan mengubah kepercayaan menjadi pertumbuhan nyata.

Kurnia Kwik

Kurnia Kwik

Kurnia Kwik is an e-commerce entrepreneur, educator, and founder of DigitalPointer. He has extensive experience in digital marketing, having served as a facilitator for SEO, SEM digital advertising, and video marketing at Google Gapura. He is highly skilled in AI assistant development and AI workflow automation, helping companies optimize their operational efficiency. His expertise in AI-driven solutions enables businesses to streamline processes and enhance productivity through automation.