Antisipasi “The New Normal” Pada Bisnis Anda

The New Normal yang dicetuskan oleh pemerintah mungkin akan berjalan pada akhir bulan Juni atau awal Juli 2020.  Tetapi kita belum tahu seperti apakah “the new normal” ini. 

Namanya saja “the new normal” –  maka anda harus antisipasi suatu keadaan yang tidak seperti normal pada masa lalu.  Pada the New normal ini saya me-prediksi yang paling kena efek adalah bisnis yang mempunyai fasilitas atau ruangan seperti restoran, virtual office, coffee shop dan pekerjaan telemarketing sales (yang bekerja di suatu lokasi dengan teknologi calling).

antisipasi the new normal pada bisnis

Coba bayangkan,  apabila anda mempunyai restoran dengan kapasitas 50 orang, maka anda sekarang hanya bisa menerima tamu sekitar 20-25 orang.  Perusahaan Asuransi atau Bank yang mempunyai telemarketing Force dapat juga sebagai contoh.  Apabila mereka mempunyai kapasitas 300 personel pada  tempat mereka bekerja, sekarang hanya bisa memasukkan karyawan yang sekitar 120 sampai 150.  Anda tahu kan, telemarketer membutuhkan tempat dengan teknologi telepon dan sistem yang canggih, sehingga mereka harus bekerja dalam kelompok.

 Dalam pandemi ini,i kita juga melihat maraknya virtual office seperti Wework virtual office.  Virtual office ini biasanya menyewa tempat.  Apabila mereka mempunyai kapasitas 200 orang,  sekarang mereka harus menurunkan kapasitasnya sekitar 80-100 orang.  Tentunya suatu kerugian yang luar biasa. 

Pengurangan kapasitas ini disebabkan karena pada New normal,  pemerintah akan memberikan aturan “Social Distancing”. Di dalam Social Distancing ini setiap usaha harus memastikan customer dan karyawan  tidak berdekatan satu dengan lainnya.  

Apabila ini diterapkan, yang akan terjadi pasti omset atau penjualan dari sebuah bisnis akan turun,  tetapi expense / biaya nya akan naik.  Maka itu tiap bisnis harus bisa mengantisipasi bagaimana mencari solusinya karena apabila tidak mereka akan bisa gulung tikar.  

Para pebisnis harus juga mengantisipasi perubahan  customer behavior atau perilaku konsumen.  Sebagai contoh: tentunya pasti ada beberapa customer yang masih takut untuk keluar rumah dan bepergian.  Namun, hal ini akan lebih mempengaruhi bisnis di kota dimana orang di kota lebih mempunyai informasi dan berpendidikan lebih tinggi serta mengetahui bahayanya pandemi.  Hal ini akan membuat bisnis di dalam kota tidak akan serta merta menjadi normal dengan cepat.

Bisa juga diasumsikan bisnis yang ada di pedalaman atau di desa akan lebih cepat pulih karena mereka tidak ada pilihan dan mereka harus keluar serta beraktivitas.   Lain dengan keadaan orang kota yang mempunyai pilihan dan mempunyai simpanan uang.

Maka itu semuanya tergantung pada dimana bisnis tersebut mempunyai lokasi.  Ada baiknya sebelum new normal dibuka oleh pemerintah,  bagi  Anda yang mempunyai bisnis mulai berpikir dan mengantisipasi apa yang akan dilakukan.

nv-author-image

Kurnia Kwik

Kurnia Kwik is an e-commerce entrepreneur, educator and founder of digitalpointer.id. He was a facilitator of SEO, SEM digital advertising, and video marketing at Google Gapura. He is very keen to help SME (small and medium enterprises) by providing affordable services.