Advertising Adalah Investasi dan Tidak Mahal

Orang berpendapat bahwa Advertising hanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar, seperti McD, KFC, produk dari Unilever dan sebagainya. 

Para UKM atau perusahaan kecil berpikir bahwa Advertising tidak perlu dilakukan oleh mereka.  Memang kalau kita kaji lagi,  Advertising sering disebut “expense” atau biaya, karena kalau perusahaan membuat neraca rugi /laba,  Advertising ada di kolom biaya. 

Apabila Anda masih yakin Advertising adalah biaya, tentunya salah besar.  Saya ingin meluruskan bahwa Advertising adalah suatu investasi. Kalau kita lihat lagi definisi – Investasi adalah: suatu alokasi resources,  dengan ekspektasi mendapatkan keuntungan atau profit di masa depan.  Karena Advertising memberikan branding suatu produk dan jasa servis yang kuat dimasa depan, maka sudah pasti bahwa” Advertising is Investment”.

Biasanya ada dua kemungkinan sebuah perusahaan belum mau menggunakan Advertising. Nomor satu yaitu mereka ragu atau takut mencoba.  Umumnya mereka belum tahu apakah hasilnya akan bagus, sehingga berpikir akan menjadi biaya. 

Yang kedua mereka ber-asumsi bahwa Advertising itu mahal dan hanya mainan untuk perusahaan besar saja, atau “only for the biggest  guy in the market”.  

Hal ini semuanya salah.   Untuk melakukan iklan di Google Ads atau FB,  Anda bisa melakukan iklan dengan Rp10.000, Rp20.000 atau Rp30.000 per hari dan iklan bisa berjalan dengan baik .

Apabila anda mengelontorkan dana Rp10.000,  artinya dalam sebulan Anda  hanya membayar Rp 300.000.   Apabila anda mendanai Rp30.000 pe-hari, dan  apabila dikalikan 30 hari, maka dalam satu bulan Anda hanya membayar Rp900.000.  Di iklan yang sederhana ini, Anda bisa reach ribuan prospek. 

Iklan advertising di Facebook dan Instagram dapat dilakukan dengan murah, hanya Rp 10,000 per hari dan dapat berjalan dengan baik

Saya ingin memberikan contoh iklan di FB atau Facebook dengan metode “Reach”.  Reach di definisikan banyaknya orang yang akan melihat iklan setidaknya 1 kali.  Dari  hasil yang saya dapat,  saya membayar  Rp 1.780 untuk 1000 reach,  artinya saya membayar Rp 1.780 untuk 1000 orang yang melihat iklan saya,  sehingga kalau dirata-rata per orang melihatnya dengan harga Rp 1,7 saja.

Saya pernah melakukan iklan di Instagram yang dinamakan “engagement.  Ini adalah iklan di mana calon pembeli melakukan LIKE  atau SHARE.  Dari pengalaman saya iklan “engagement id IG  mempunyai biaya  kira-kira Rp 111 per engagement!  

Dari kedua contoh diatas Anda bisa melihat bahwa melakukan Advertising atau iklan tidak harus mahal.

oleh: Kurnia Kwik

nv-author-image

Kurnia Kwik

Kurnia Kwik is an e-commerce entrepreneur, educator and founder of digitalpointer.id. He was a facilitator of SEO, SEM digital advertising, and video marketing at Google Gapura. He is very keen to help SME (small and medium enterprises) by providing affordable services.